Avasin Biomedik Modern 12


Di dalam dunia kedokteran, sesungguhnya, ada tiga jenis penyembuhan yaitu, penyembuhan dengan sendirinya yang berarti alamiah dari dalam tahan tubuh, dengan bantuan obat serta dengan bantuan peralatan. Ada kalanya penyembuhan perlu memakai dua jenis tersebut sekaligus.

Kita tentunya telah melihat dan merasakan dampak perkembangan pengobatan alternatif atau yang menggunakan peralatan di Indonesia. Salah satunya, menjamurnya praktek pengobatan akupunktur yang bertujuan meringankan hingga menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Namun, ada baiknya jika Anda mengenal lebih dalam salah satu teknik pengobatan avasin yaitu teknik pengobatan yang mirip dengan akupunktur namun bukan termasuk pengobatan alternatif karena langsung ditangani oleh dokter.

Pada awalnya Terapi Avasin disebut Awaasin Alkay, yang berasal dari bahasa Arab; Awaasin dan Alkay. Awaasin berarti seperangkat instrumen (asal kata โ€œausunโ€: instrumen, bentuk jamaknya: โ€œawaasinโ€), sedangkan Alkay berarti pencapan dengan api. Metode pengobatan alkay sudah dikenal berabad-abad lamanya sejak zaman peradaban Mesir Kuno dan Babilonia, termasuk pada zaman Rasulullah SAW. Metode ini dikenal sebagai Alkay Lama. Pada abad 16 M, para ilmuwan Muslim, di antaranya Ahmad Ibnu Ruman, menyempurnakan metode pengobatan Alkay lama, yakni menggantikan api untuk pemanas instrumen dengan obat-obatan. Inilah yang kemudian dikenal sebagai Awaasin Alkay. Jejak Alkay Lama yang masih digunakan kedokteran modern saat ini adalah metode Kauterisasi.

Di Indonesia, metode pengobatan Awaasin Alkay pertama kali dikembangkan oleh Ma’had Atthib al Islami di bawah Yayasan Asy Syifa (1959-1966). Pada tahun 1987, Ma’had Atthib al Islami dihidupkan lagi di bawah naungan Yayasan Ibnu Ruman. Pada tahun 2000, dokter-dokter yang tergabung dalam IDAVI (Ikatan Dokter Avasinolog) memperkaya dan memodifikasi metode pengobatan Awaasin Alkay dan menamakan metode pengobatan tersebut Terapi Avasin. Ahlinya disebut Avasinolog. Terapi Avasin merupakan metode pengobatan Awaasin Alkay yang dimodofikasi dalam mengisi ruang kosong metode pengobatan kedokteran biomedik modern, sehingga Terapi Avasin bukan merupakan metode pengobatan alternatif.

“Kalau akupunktur lebih melalui jalur meridian atau titik tengah, misalnya mentotok pada titik syaraf, sedangkan kita prinsipnya lebih ke daerah pusat totok yang lebih luas dari sekedar titik-titik syaraf tadi,” ujar dr Yaya Aria Santosa dari Klinik Mampang Medika yang membuka praktek di Jalan Tegalparang Utara no. 18, Jakarta Selatan.

Terapi Avasin ini, hanya boleh diterapkan oleh dokter yang telah memiliki lisensi sebagai Avasinolog sehingga ketepatan diagnosis dan terapi dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks kedokteran biomedik. Untuk mendapatkan lisensi tersebut juga harus melalui privat sekitar 2 tahun dan harus lulus ujian pendidikan khusus avasinologi.

Karena tekniknya berbeda, maka peralatan yang digunakan juga berbeda dan khusus dikeluarkan yayasan Ibnu Ruman tempat dimana metode asal negeri Syria atau sejak zaman Mesir Kuno dan Babilonia ini di sempurnakan. Sehingga, perlatan tersebut tidak akan dijual secara komersil, hanya dokter yang telah lulus menjadi terapis avasin yang dapat menggunakannya.

“Bentuk jarum dan besarnya diameter jarum berbeda-beda, karena setiap penyakit memerlukan perlakuan totok syaraf yang berbeda pula, contohnya jarum yang ujungnya segitiga yang umumnya digunakan untuk percabangan syaraf atau percabangan pembuluh darah,” ungkap dr. Yaya.

Selain itu, menurutnya, teknik menotok pusat syaraf juga berbeda seperti menekan, memijat serta menggelintirkan/memutar tergantung dari jenis penyakit yang diderita si pasien.

Berikut inilah penyakit yang dapat diatasi dengan terapi Avasin:

  • gangguan nyeri (nyeri kepala, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri tendon, dan lain-lain),
  • gangguan fungsional sistem organ (degenerative desease seperti darah tinggi, kencing manis, kegemukan, asma, stroke, lemah syahwat, dan sebagainya),
  • gangguan infeksi (commond cold, myosis, tendenitis, TBC, kejang demam, sinusitis, dan sebagainya),
  • gangguan neoplasma (tumor).

Selain therapeutik dan rehabilitatif, terapi avasin juga dapat digunakan sebagai metode preventif dan promotif seperti meningkatkan kebugaran, menahan atau memperlambat proses penuaan, meningkatkan kesuburan, meningkatkan kecerdasan anak, pencegahan stroke dan serangan jantung.

Banyak teori dasar biomedik yang menguatkan efektifitas metode Terapi Avasin ini, sehingga bisa meningkatkan tingkat efektifitas dan efisiensi pengobatan tanpa harus melakukan langkah invasif (Non-Invasive Medical Care) dan dengan efek samping sangat minimal.

Menurut data dari situs http://www.avasinmedicalcenter.com saat ini ada beberapa avasinolog yang berpraktek di berbagai daerah sebagai berikut:

  • dr. Adhirusman, Av – Jakarta – 0811176777
  • dr. Rina, Av – Depok – 08129945111
  • dr. Tati, Av – Depok – 081511401515
  • dr. Jefni, Av – Depok – 081381147735
  • dr. Rusmini, Av – Bogor – 0818105739
  • dr. Neni, Av – Bogor – 081518864294
  • dr. Harry Rayadi, Av – Bandung – 081572724724
  • dr. Muslih, Av – Bandung – 081321229391
  • dr. Raya, Av – Bandung
  • dr. Susi, Av – Bandung – 08122162653
  • dr. Bayu, Av – Kendal, Semarang – 085225016504
  • dr. Sugeng, Av – Demak – 081575137546
  • dr. Adang . Av – Bandung – 0811220843

Referensi :


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 thoughts on “Avasin Biomedik Modern